KETAHANAN PANGAN

 

BY GEMINI
Ketahanan Pangan

Pengertian Ketahanan Pangan

Pangan merupakan ketahanan dasar yang diperlukan olleh semua umat manusia dan juga memakai berbagai biaya yang besar untuk mencapai ketahanan pangan yang krisis. Ketahanan Pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar hingga membutuhkan berbagai ahli bidang pertanian, cuaca, dll. Banyaknya krisis pangan di Indonesia menyebabkan berbagai kelaparan warga Indonesia yang melanda. Terdapat juga Ketahanan Pangan telah disebutkan dalam UUD 1945 dan Deklarasi Roma (1996). Ketahanan Pangan tersebut juga menjadi permasalahan sosial, warga, negara, keluarga, dll. Sehingga penyebab dari krisis pangan di Indonesia juga dikarenakan oleh ulah campur tangan manusia.

Krisisnya pokok pangan disebabkan oleh beberapa faktor dan berbagai penyebab kritisnya kebutuhan pangan, dengan demikian, pangan menjadi salah satu dari berbagai kebutuhan penting lainnya. Bahayanya krisis pokok pangan dapat juga mempengaruhi ekonomi di Indonesia, dan dapat menjadi gejola bahaya yang besar. Faktor faktor yang menyebabkan Kritis Pangan antara lain adalah...,

  •     Keterbatasan Lahan Pertanian: Banyak lahan pertanian yang rusak dan berkurang akibat konversi lahan untuk kebutuhan non-pertanian, seperti pembangunan infrastruktur, perumahan, dan industri. Hal ini menyebabkan berbagai di bidang pertanian menjadi krisis pangan dan mengurangi lahan yang masih segar, sehat, dan bagus telah digunakan untuk pembuatan bangunan yang tidak seimbang antara pembangunan dan pertanian, hal ini juga menyebabkan menurunnya kapasitas produksi pangan.
  •     Perubahan Iklim: Dampak perubahan iklim, bencana seperti ini juga menyebabkan berbagai bencana alam yang merusak tanah seperti cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, dan perubahan pola hujan, yang dapat mempengaruhi hasil pertanian. Misalnya, petani padi bisa terkena kerugian besar jika terjadi kekeringan atau banjir yang merusak tanaman, banyak ekosistem ekosistem hewani yang merusak berbagai macam pangan yang semakin menurun.
  •     Kecenderungan Manusia Terhadap Pangan: Berbagai macam ketersediaan manusia yang diperoleh oleh manusia dengan cara yang tidak bijak, manusia lebih memilih cara kontroversial antara cara fisik dan non-fisik, zaman sekarang manusia muda lebih memilih pekerjaan yang tidak terlalu efisien dan tidak ingin berjuang memilih hal-hal yang menggunakan tenaga fisik secara menyeluruh. Hal ini menyebabkan ketersediaan pangan, seperti padi, gandum, dan lain-lain mulai menurun. Hanya sebagian kecil pemuda pemuda remaja ingin mencoba hal pekerjaan fisik yaitu bertani.
  •     Pengikisan Lahan Pertanian, Perkebunan, Dan Peternakan: Pemerintah memang telah membuat program peningkatan kemajuan dalam bidang pembangunan, berbagai jenis macam bangunan yang telah dibangun, namun membuat lahan-lahan atau tanah di Indonesia semakin menipis dan rusak, akibat kekurangannya berbagai tumbuhan, dan lain-lain mengakibatkan tanah yang berada di Indonesia semakin jarang dan tidak terpelihara. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah menyiapkan cukup lahan atau bisa juga dilebihkannya berbagai jenis tanaman, pertanian, dan perkebunan untuk membuat tanah di dunia kembali menjadi indah, dan teratur.
  •     Kesadaran Pikiran Manusia Terhadap Lingkungan: Di zaman sekarang kesadaran pria, perempuan, anak-anak, hingga lansia, mulai menghilangnya untuk kebutuhan pangan, mereka hanyalah seseorang yang ingin bekerja, namun tidak memikirkan pekerjaan yang membawa pekerjaan fisik. (bahkan pria yang cukup untuk pekerjan fisik) Dan tidak ingin memulai inovasi hal-hal yang terkait pengembangan lahan yang bermanfaat seperti berkebun, bertani, dan lain-lain.

 Berbagai Hal Yang harus Dilakukan Untuk Ketahanan Pangan

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk membuat ketahanan pangan menjadi imbang bahkan naik untuk cukup mempertahankan pangan di Indonesia..,

    A. Tingkat Individu dan Rumah Tangga

1. Berkebun Sendiri: Mulai tanam sayuran, buah-buahan, atau rempah di pekarangan rumah, pot,atau bahkan sistem hidroponik. Ini mengurangi ketergantungan pada pasar dan memastikan pasokan makanan segar. Dan juga mulai untuk memulai berbagai aktivitas untuk saling mengajak, mengingat, dan bersama-sama untuk memulai berbagai jenis pangan yang bisa dilakukan.

2. Diversifikasi Pangan: Jangan hanya mengonsumsi satu jenis makanan pokok. Coba berbagai sumber karbohidrat (singkong, ubi, jagung), protein (kacang-kacangan, telur), dan serat. Makanlah makanan yang mebuat hidupmu sehat dan tidak merusak lingkungan (sekiranya bahannya adalah organik), meminimalisir makanan yang tidak sehat.

3. Mengurangi Limbah Makanan: Rencanakan pembelian makanan, simpan dengan benar, dan manfaatkan sisa makanan untuk masakan lain. Banyak makanan terbuang sia-sia setiap hari karena tidak digunakan dengan baik. Tanam kembali tumbuhan atau biji-bijian yang bisa ditanam atau di daur ulang kembali.

4. Belajar Mengolah dan Mengawetkan Makanan: Pelajari cara membuat fermentasi, pengeringan, atau pengalengan makanan untuk memperpanjang masa simpannya. Dan juga harus memperhatikan setiap langkah yang harus diperhatikan, agar tidak membuat kesalahan yang fatal yang berujung malah merusak lingkungan.

5. Mendukung Petani Lokal: Beli produk langsung dari petani di pasar tradisional atau kelompok tani. Ini membantu perekonomian mereka dan memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan dan membuat mereka semakin memperkembang atau juga bisa kita mempersebarluaskan hasil bertani mereka.

    B. Tingkat Komunitas

1. Membangun Kebun Komunal: Libatkan warga untuk mengelola kebun bersama di lahan kosong. Hasilnya bisa dinikmati bersama atau dijual untuk kepentingan komunitas. Atau juga bisa di perjualbelikan ke berbagai daerah yang bisa di jangkau.

2. Bank Pangan: Bentuk inisiatif bank pangan untuk mengumpulkan makanan berlebih dari toko, restoran, atau individu dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan. Jika ada yang mungkin lebih membutuhkan bisa juga kita berikan hasil yang gratis (kepada orang-orang yang sangat membutuhkan).

3. Edukasi dan Pelatihan: Adakan lokakarya atau pelatihan tentang teknik pertanian berkelanjutan, pengolahan makanan, dan gizi seimbang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Membagikan juga edukasi untuk para pelajar, anak-anak untuk bisa mempelajari pengolahan makanan dan juga tahu cara untuk memulai bertani, berkebun dan lain-lain.

4. Jaringan Pertukaran Hasil Panen: Buat platform di mana anggota komunitas bisa bertukar hasil panen mereka, mengurangi kebutuhan untuk membeli dan meningkatkan keragaman pangan. Melakukan aktivitas saling berbagi, bertukan maupun perjualbelikan hasil tanam panen kita kepada seseorang dengan hasil yang seimbang.

    C. Tingkat Nasional dan Kebijakan

1. Peningkatan Produksi Pertanian: Investasi dalam penelitian dan pengembangan bibit unggul, pupuk organik, dan teknologi pertanian yang efisien.

2. Infrastruktur yang Memadai: Bangun dan perbaiki irigasi, jalan, dan fasilitas penyimpanan untuk mengurangi kerugian pascapanen dan memperlancar distribusi.

3. Pengelolaan Lahan Berkelanjutan: Lindungi lahan pertanian dari alih fungsi lahan, terapkan praktik pertanian yang tidak merusak lingkungan, dan konservasi sumber daya air.

4. Diversifikasi Sumber Pangan Pokok: Kurangi ketergantungan pada beras sebagai satu-satunya makanan pokok dengan mempromosikan konsumsi umbi-umbian, jagung, atau sagu.

5. Cadangan Pangan Nasional: Pemerintah harus memiliki cadangan pangan strategis yang cukup untuk menghadapi krisis atau bencana.

6. Kebijakan Perdagangan yang Adil: Pastikan harga produk pertanian stabil dan menguntungkan bagi petani, serta hindari praktik impor yang merugikan produksi dalam negeri.

7. Pemberdayaan Petani Kecil: Berikan akses ke modal, teknologi, dan pelatihan bagi petani kecil agar mereka bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

8. Riset dan Inovasi: Dorong penelitian untuk mengembangkan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan hama, serta teknologi pertanian yang lebih efisien.

Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama dari semua pihak, kita bisa menciptakan sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~SAKIT~

AKEN KHAN KAYANA/VII B. (BIOGRAFIS JURNALISTIK, PERKENALAN.)